Rabu, 01 Juni 2011

BUDIDAYA IKAN DI KJA


I. PENDAHULUAN


Tahukah anda bahwa kawasan Indonesia mempunyai beragam potensi, tentu saja potensi tersebut harus diberdayakan. Ada kawasan kehutanan, ada kawasan pegunungan, pertambangan, areal pertanian, perikanan dan laut serta pantai yang indah. Demikianlah Indonesia dari gunung hingga laut, dengan beragam kepuluan.

Pada kawasan perairan umum seperti danau, bendungan, sungai bahkan laut dapat diberdayakan sebagai kawasan wisata dan budidaya ikan. Budidaya ikan yang dilakukan disini tentu saja mempergunakan teknologi yang cocok dengan kondisi kawasan tersebut, yaitu salah satunya dengan mempergunakan kolam jaring apung. Kolam jaring apung (KJA) didesain disesuaikan dengan untuk apa akan dipergunakan. Maksudnya untuk pembesaran ikan atau pendederan benih di air tawar atau di air laut. Bahan serta ukuran KJA akan berbeda antara KJA untuk perairan tawar dan perairan laut. Dikarenakan komposisi airnya berbeda spesies  ikan yang akan dipelihara juga berbeda. 


SPESIES IKAN YANG DIPELIHARA DI KOLAM JARING APUNG (KJA)


Di dalam buku ini akan diperkenalkan bagaimana budidaya ikan dilaksanakan di KJA pada air tawar, secara sederhana tetapi menyeluruh. Masing-masing tahapan usaha budidaya ikan tersebut mempunyai keunggulan


Pemeliharaan ikan di kolam jaring apung dapat dilaksanakan pada perairan air tawar dan laut. Sehingga ikan yang dipelihara tentu saja menyesuaikan dengan lingkungan dimana ikan itu hidup. Di bawah ini beberapa spesies ikan yang biasa di pelihara pada kolam jaring apung air tawar.
Contoh spesies ikan yang biasa di pelihara pada kolam jaring apung laut adalah :
Ikan Kerapu, Ikan Kakap, Ikan Bawal Laut, Ikan Bandeng, Ikan Tuna, Ikan Tambangan.
Spesies ikan tersebut di atas mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi sehingga menguntungkan bagi para pemeliharanya. Ikan-ikan tersebut mudah dalam pemeliharaannya.


KONSTRUKSI DAN PENEMPATAN KOLAM JARING     APUNG (KJA)

A.   Konstuksi Kolam Jaring Apung (KJA)
Kolam Jaring Apung apabila telah terpasang di danau atau bendungan biasanya dirakit menjadi satu unit. Satu unit rakit Kolam Jaring Apung terdiri dari 4 net kolam dan satu gudang/tempat jaga.

Gambaran ( desain ) kolam jaring apung di bawah ini didasarkan pada satu unit dengan ukuran panjang x lebar x kedalam     ( 7 x 7 x 3  m ) setiap net kolam.

1.     Bahan yang dibutuhkan

Desain dan konstruksi bangunan kolam jaring apung hingga sekarang banyak megalami perubahan dan penyesuaian. Sehingga bangunan dan konstruksi tidak tertentu. Konstruksi kolam jaring apung secara umum  banyak memerlukan bahan berupa bambu. Tetapi kini peran bambu tersebut  telah diganti dengan besi sehingga lebih tahan lama walaupun biayanyapun menjadi mahal. Pengapung yang dipergunakan bisa berupa drum zenk bekas, drum plastic atau stereo  foam. Di bawah ini contoh bahan yang dibutuhkan untuk membangun kolam jaring apung.  
Tabel 1. Bahan yang dibutuhkan dan spesifikasinya

No.
Nama  Bahan
Ukuran Spesifikasi
Jumlah
1
Titian Bambu
Apus
100 bt
2.
Pelampung drum
Drum oli/minyak
38 bh
3.
Kayu kaso
3 m
140 bt
4.
Jaring
Polithylin 380 D/9
4 x18 kg
5.
Jangkar semen (besar )
75 kg
6 buah
6.
Jangkar semen (kecil)
2,5 kg
32 bh
7.
Tambang
D/45
190 m
8.
Tambang
D/15
180 m
9.
Paku
7 cm
10 kg
10
Paku
7 cm
10 kg
11.
Kawat
Diameter 0,5mm
12 m

3. Merakit Bagian- bagian Unit Kolam Jaring Apung

a.     Drum diapit dengan kaso
Sebelum drum diapit kaso, drum perlu dibersihkan kemudian dicat. Maksud dan tujuannya adalah agar bahan pembuat drum tidak langsung menyentuh air sehingga drum akan awet. Sebagai tempat pijakan bambu, maka drum yang telah dicat diapit dengan kaso, kaso dipotong dengan ukuran panjang  sama dengan diameter drum ( 70 cm ), kemudian kaso dipasang mengapit melintang pada drum. Drum diapit dengan kaso pada dua bagian seperti terihat pada gambar dibawah ini.
b.    Menjahit Jaring Kantong Jaring Apung
Lembaran kain jaring dipotong sesuai dengan ukuran potongan yang dikehendaki yaitu panjang x lebar x tinggi = 7 x 7 x 3 m. Kemudian kain jaring dijahit dibentuk kantong jaring sesuai dengan ukuran tersebut. Disamping kantong dibentuk disesuaikan dengan bentuk KJA, kantong jaring bagian tepinya juga dijahit sebagai tempat tali ris yang berfungsi untuk menggantungkan kantong jaring pada kerangka KJA. 
c.      Membuat Jangkar Semen Besar Dan Kecil
Jangkar semen terbuat dari semen yang dicetak dengan bentuk sesuai dengan keinginan. Hal yang terpenting dari jangkar semen adalah beratnya. Jangkar semen yang berbobot 75 kg dipergunakan untuk pemberat unit jaring agar tidak hanyut oleh arus air dan arus angin, sedangkan jangkar semen berbobot 25 kg dipergunakan untuk meregangkan jaring agar terbentuk kotak. Di bawah ini adalah gambar contoh bentuk dan bobot jangkar semen.
4.     Merakit Unit Kolam Jaring Apung
a.     Menghubungkan Antar Rakitan Drum
Bambu-bambu yang telah dipersiapkan dipasang di atas drum terapit kaso. Satu deretan rakit dibutuhkan 7 – 8 deret bambu dan 7 buah drum. Setelah deretan rakit terbentuk maka deretan rakit satu sama lain dihubungkan ujung-ujungnya, sehingga terbentuk segi empat. Untuk memperjelas hal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini..
b.Menempatkan kerangka kolam jaring apung
Jika hubungan antar deretan rakit telah sempurna sesuai dengan desain maka hal ini disebut kerangka jaring apung. Proses selanjutnya kerangka jaring ditarik ditempatkan pada lokasi yang dianggap memenuhi syarat.

Di bawah ini gambar posisi kerangka kolam jaring apung yang telah ditempatkan untuk disempurnakan kerangkanya menjadi KJA utuh.

c. Memasang kantong jaring
Pada kerangka jaring, setiap sudut dipasang tiang yang telah diberi cincin. Kantong jaring diregangkan dengan cara menyusupkan tambang kedalam lubang mata jaring pada sisi atas jaring, dan setiap sudutnya dihubungkan dengan demikian kantong jaring telah terpasang.
d. Memasang jangkar semen besar dan kecil
Setelah jangkar semen ditali dengan tambang maka posisi pemasangan lihat gambar d bawah ini. jangkar semen besar digunakan untuk menahan unit jaring dari terpaan angin atau arus air, sedangkan jangkar semen kecil dimaksudkan untuk meregangkan kantong-kantong jaring.
B. Menempatkan KJA

Lokasi penempatan unit KJA ke dalam perairan perlu memperhatikan faktor-faktor :


-Luasan perairan
Luasan bagian perairan perlu diperhatikan, karena akan menyangkut kesuburan perairan, jarak antar unit KJA. Jarak antar unit KJA yang disarankan adalah 50 m. Hal tersebut dimaksudkan agar bargas/kapal mudah untuk beroperasi serta akan mengurangi kepadatan unit KJA dan memperhatikan daya dukung perairan.
- Kedalaman Perairan
Kedalaman perairan juga merupakan faktor penentu, di bendungan Cirata pada saat air surut maksimum kedalaman bendungan sekitar 85 m, pada titik dasar paling dalam. Sehingga dengan demikian pemasangan unit KJA harus memperhatikan surutnya air tersebut. Pilihlah tempat dimana pada saat air surut unit KJA tidak menyentuh dasar perairan. Sebaiknya pemasangan unit KJA dilakukan pada saat air surut maksimum.
 - Arus Air
Pemasangan unit jarring disarankan jangan pada arus air, sebab jika dipasang pada arus air unit KJA akan hanyut terbawa arus air tersebut. Arus air akan terasa besar pada saat musim penghujan atau pada saat aliran air besar dari salah satu sungai pemasok.
- Jalur angin kencang     
Pemasangan unit KJA jangan pada jalur angin kencang sebab angin akan mampu menghanyutkan unit KJA atau akan merobah posisi unit KJA.
- Bebas cemaran
Lokasi KJA harus bebas dari cemaran fisik, kimia maupun biologi dan tidak memiliki pelapisan air ( Stratifikasi ). Cemaran fisik terdiri dari lumpur, sampah atau benda mati lainnya. Cemaran kimia dapat berasal dari limbah industri, pemukiman dan kota serta limbah pertanian seperti pestisida. Bahan pencemar biologi dapat berupa “ Bloom alga “ , Vegetasi atau tumbuhan air, penyakit, hama dan parasit. Stratifikasi perairan seperti  stratifikasi suhu, kandungan oksigen, pH, amoniak. Hal ini akan membahayakan ikan jika terjadi pembalikan air, perairan hendaknya mempunyai kandungan plankton yang optimal dengan nilai transparansi lebih dari 40 cm. Perairan yang terlalu subur planktonnya akan mengalami kekurangan oksigen lebih cepat pada saat malam hari.
- Kualitas air 
Kualitas air yang diharapkan adalah : suhu berkisar antara 25 – 29, pH 6,5 – 8,5, oksigen terlarut lebih dari 4 ppm ; NO2- N kurang dari 0,5 ppm.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar